Jakarta -
Membangun bisnis startup di Indonesia tengah menjadi pembicaraan banyak
pengembang dan kreator muda. Membangun bisnis dengan kategori startup
atau usaha rintisan berbasis teknologi ini perlu dilakukan secara
hati–hati namun juga dengan semangat yang tetap tinggi.
Vice President CyberAgent Ventures, Inc Steven Vanada memberikan masukan bagi para perintis startup untuk diperhatikan agar tidak membuat kesalahan dalam usahanya.
Steven mengatakan dalam bisnis startup para pendiri atau founder perlu memperhatikan dengan seksama 5 hingga 10 orang pertama yang bergabung dalam perusahaan.
Menurutnya orang-orang pertama yang bergabung dalam perusahaan startup merupakan manusia-manusia penentu budaya kerja perusahaan tersebut kedepannya.
Vice President CyberAgent Ventures, Inc Steven Vanada memberikan masukan bagi para perintis startup untuk diperhatikan agar tidak membuat kesalahan dalam usahanya.
Steven mengatakan dalam bisnis startup para pendiri atau founder perlu memperhatikan dengan seksama 5 hingga 10 orang pertama yang bergabung dalam perusahaan.
Menurutnya orang-orang pertama yang bergabung dalam perusahaan startup merupakan manusia-manusia penentu budaya kerja perusahaan tersebut kedepannya.
”Mereka
yang bakal bikin culture perusahaan,” kata Steven di acara Google for
Mobile, Kamis 31 Maret 2016. Keberadaan para pendiri ini akan membentuk
pola bagaimana perusahaan berusaha mencapai tujuan utamanya.
Kedua, jangan lakukan pengeluaran berlebihan. Steven menyampaikan banyak bisnis startup mengalami kendala pada bagian pendanaan. Kendala ini muncul bukan hanya karena kekurangan dana modal, namun terkadang terjadi karena memiliki pos pengeluaran yang terlalu besar.
Terkadang banyak biaya yang tidak terlalu perlu dikeluarkan secara berlebihan oleh perusahaan startup saat dalam proses merintis. Pengeluaran berlebihan bisa mengakibatkan perusahaan dalam kesulitan keuangan dikemudian hari.
" APA ITU STARUP DAN PENGERTIANNYA TENTANG BISNIS STARUP SILAKAN SIMAK ARTIKEL DI STARUP INDONESIA
Ketiga, selalu perhatikan masukan konsumen. Associate dari East Venture lembaga pendanaan startup, Melisa Irene menambahkan sering kali sebuah bisnis startup terlalu egois dengan pandangan pribadi mereka.
Para perintis startup tersebut memilih untuk tidak mendengar masukan konsumen dengan alasan pemikiran mereka jauh lebih baik dibandingkan dengan masukan dari konsumen.
”Ini pemikiran yang salah, di Indonesia konsumen suka dilayani dan didengar,” kata Melisa. Sehingga mendegarkan atau setidaknya mempertimbangkan masukkan konsumen merupakan langkah wajib yang harus dilakukan bisnis startup untuk membuat usahanya terus berkembang.
Kedua, jangan lakukan pengeluaran berlebihan. Steven menyampaikan banyak bisnis startup mengalami kendala pada bagian pendanaan. Kendala ini muncul bukan hanya karena kekurangan dana modal, namun terkadang terjadi karena memiliki pos pengeluaran yang terlalu besar.
Terkadang banyak biaya yang tidak terlalu perlu dikeluarkan secara berlebihan oleh perusahaan startup saat dalam proses merintis. Pengeluaran berlebihan bisa mengakibatkan perusahaan dalam kesulitan keuangan dikemudian hari.
" APA ITU STARUP DAN PENGERTIANNYA TENTANG BISNIS STARUP SILAKAN SIMAK ARTIKEL DI STARUP INDONESIA
Ketiga, selalu perhatikan masukan konsumen. Associate dari East Venture lembaga pendanaan startup, Melisa Irene menambahkan sering kali sebuah bisnis startup terlalu egois dengan pandangan pribadi mereka.
Para perintis startup tersebut memilih untuk tidak mendengar masukan konsumen dengan alasan pemikiran mereka jauh lebih baik dibandingkan dengan masukan dari konsumen.
”Ini pemikiran yang salah, di Indonesia konsumen suka dilayani dan didengar,” kata Melisa. Sehingga mendegarkan atau setidaknya mempertimbangkan masukkan konsumen merupakan langkah wajib yang harus dilakukan bisnis startup untuk membuat usahanya terus berkembang.
Post A Comment:
0 comments: